Menjelajah Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) adalah taman nasional tertua di Indonesia. Luasnya mencapai 122.956 Ha yang meliputi wilayah hutan lindung di bagian paling barat Pulau Jawa, serta perairan dan kepulauan disekitarnya yaitu Pulau Handeuleum, Pulau Peucang, dan Pulau Panaitan.

Pada tahun 1991, UNESCO menetapkan TNUK sebagai salah satu World Heritage Site atau Situs Warisan Dunia karena menjadi habitat alami bagi berbagai macam flora dan fauna langka. Salah satunya, badak jawa (Rhinoceros sondaicus).

Menurut rilis TNUK, jumlah badak jawa di wilayah ini sebanyak 67 ekor. Tidak mudah untuk bertemu satwa langka ini, karena indra penciuman mereka sangat tajam dan mereka sangat pemalu.

Fauna-Badak-Jawa-Satwa-Bercula-Satu-yang-Pernah-Dianggap-Hama

Meskipun sulit bertemu badak, TNUK adalah habitat bagi berbagai satwa seperti babi hutan, rusa, kera ekor panjang, owa jawa, buaya muara, ular phyton, elang, biawak, macan tutul, rangkong, hingga dugong. Kecuali dugong, sebagian besar dari hewan-hewan ini sangat mudah ditemui di pesisir pantai, padang rumput, dan muara.

Selain kaya akan satwa dan tumbuhan langka, TNUK juga memiliki banyak destinasi wisata seperti pantai berpasir putih yang sangat cantik, hutan tropis yang lebat, padang rumput, taman koral, hingga sungai yang semuanya menawarkan pengalaman berwisata di tengah alam yang masih liar.

Untuk menjangkau TNUK, diperlukan perjalanan sekitar 6 jam dari Jakarta menuju entry point yaitu Kecamatan Sumur.  Dari Kecamatan Sumur, pengunjung harus menyebrang dengan kapal selama 3-4 jam menuju Pulau Peucang, yang menjadi satu-satunya tempat di TNUK yang menyediakan akomodasi seperti penginapan dan rumah makan.